Media tanam yang sudah jadi banyak dijual di nursery atau toko pertanian. Media tanam tersebut ada yang diracik secara global untuk semua jenis tanaman dan ada pula yang sudah diracik secara khusus berdasarkan kebutuhan jenis tanaman tertentu. Walaupun tersedia di pasaran, meracik media tanam sendiri merupakan langkah yang tepat. Selain berdasarkan jenis tanaman, meracik media tanam juga disesuaikan dengan lingkungan sekitar. Meracik media tanam sendiri juga bisa menghemat biaya.
Berikut ini kami jelaskan beragam alternatif media tanam yang bisa digunakan untuk beberapa jenis tanaman hias yang sedang digemari di kalangan hobiis.
A. Adenium
1. Syarat media tanam
Tidak ada rumusan baku mengenai media tanam yang paling cocok untuk adenium. Pada dasarnya, semua campuran media tanam bagus bila cocok dengan lingkungan dan cara pembudidayaannya. Hanya saja, media tanam yang baik bagi adenium yaitu mampu mengikat air dan udara sekaligus (porous tapi dapat menyerap air), mensuplai unsur hara, dan derajat keasaman(pH) berkisar 5,6 – 6,5. Media tanam yang porous akan membuat sirkulasi udara dan aliran air lancar. Sementara media yang kurang porous menyebabkan tanaman menjadi rentan terhadap cendawan. Untuk menjaga kelembaban tetap rendah, air tidak boleh tergenang terlalu lama di media tanam. Air yang menggenang di media tanam dapat menyebabkan busuk akar.
2. Jenis media tanam
Berdasarkan sifat tanamannya, media tanam yang paling cocok digunakan untuk penanaman adenium di antaranya; tanah merah, coco peat, sekam bakar, sekam mentah, dan pasir malang. Namun, untuk menunjang suplai unsur hara, media tanam masih harus dikombinasikan dengan pupuk kandang atau kompos.
3. Formula
Formula I : Tanah merah : Sekam mentah : Pupuk kandang / kompos = 2 : 1 : 1
Formula 2: Sekam mentah : Pasir malang : Pupuk kandang / kompos = 1 : 2 : 1
B. Aglaonema
1. Syarat media tanam
Untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal, aglaonema menyukai media tanam yang gembur dan porous dengan kelembaban udara sekitar 50 – 60%. Selain itu, media tanam tersebut harus didukung dengan system drainase dan sirkulasi udara yang baik. Media tanam yang terlalu basah dan tergenang dapat menyebabkan terjadinya pembusukan pada akar. Untuk menjaga kelembaban tetap baik, sebaiknya tanaman tidak diletakkan di lokasi yang terkena sinar matahari langsung.
2. Jenis media tanam.
Ada beberapa media yang dapat digunakan untuk menanam aglaonema, yakni sekam bakar, coco peat, dan pakis. Bahan lain yang dapat dicampurkan antara lain pupuk kandang, kompos, humus, dan pasir malang dengan porsi kecil. Pupuk kandang, humus, dan kompos berguna sebagai tambahan unsur hara.
3. Formula
Formula 1 : Coco peat : Sekam bakar : Pasir malang = 4 : 4 : 2
Formula 2 : Coco peat : Sekam bakar : Moss : Pasir malang = 4 : 4 : 1 : 1
Formula 3 : Sekam bakar : Pupuk Kandang / kompos : Pasir malang = 3 : 3 : 4
C. Anthurium
1. Syarat media tanam
Pada umumnya, media tanam anthurium tidaklah sulit, asalkan media tanam tersebut bersifat porous dan subur. Selain itu, media tanam yang baik untuk pertumbuhan tanaman anthurium juga harus banyak mengandung bahan organik, bebas hama dan penyakit, memiliki aerasi dan drainase yang baik, serta pH sekitar 5,5-6,5
2. Jenis media tanam
Untuk memperoleh kondisi yang ideal, sebaiknya media tanam yang digunakan untuk menanam anthurium merupakan campuran antara bahan organik dan anorganik. Bahan organik dapat berupa pupuk kandang, kompos, humus, cacahan batang pakis, serutan kayu, dan arang. Sementara bahan anorganik yang bisa digunakan berupa tanah dan pasir.
3. Formula
Formula 1 : Sekam bakar : Cacahan pakis = 4 : 1
Formula 2 : Sekam bakar : Pupuk kandang = 1 : 1
Formula 3 : Cacahan Pakis : Pupuk Kandang : Humus daun pakis = 1 : 1 : 1
Formula 4 : Pupuk kandang : Humus daun pakis : Pasir malang = 5 : 5 : 2
D. Bromelia
1. Syarat media tanam.
Sebagai tanaman epifit, bromelia dapat tumbuh di pepohonan, bebatuan, atau tanah. Namun, untuk pertumbuhan yang optimal, sebaiknya bromelia ditanam di media yang bertekstur porous, kaya akan bahan-bahan organik, dapat mengatur aerasi dan drainase .Media yang baik memiliki kelembaban yang rendah atau sedang, tetapi tidak basah serta suhu lingkungan berkisar 20 – 25 OC.
2. Jenis media tanam.
Jenis media tanam yang digunakan untuk bromelia yaitu pasir, sekam bakar, coco peat, cacahan pakis, dan pecahan batu apung. Umumnya media tanam tersebut digunakan dalam bentuk campuran.
3. Formula.
Benih ( >2 Bln)
Formula 1 : Pasir malang : coco peat = 1 : 1
Formula 2 : Sekam bakar : coco peat = 1 : 1
Dewasa ( 3 – 12 Bln)
Formula 1 : Coco peat : Cacahan pakis = 1 : 2
Formula 2 : Coco peat : Cacahan pakis : Pecahan batu apung = 1 : 1 : 1
E. Euphorbia.
1. Syarat media tanam.
Media tanam yang digunakan untuk menanam euphorbia harus disesuaikan dengan lingkungan tumbuh dan kebutuhan unsur haranya. Euphorbia sangat tidak menyukai lingkungan tumbuh yang basah dan lembab. Media tanam yang memenuhi persyaratan tumbuh euphorbia adalah porous, mampu menyimpan unsur hara, mudah ditembus akar, serta bebas dari hama dan penyakit.
2. Jenis media tanam.
Media tanam yang dianggap cocok untuk tanaman euphorbia bisa berupa campuran sekam bakar, coco peat, dan pasir. Penggunaan sekam bakar lebih dikarenakan bahannya yang mudah ditembus oleh akar. Sekam bakar juga bersifat kokoh dan dapat menyimpan unsur hara atau pupuk. Coco peat merupakan komponen utama media tanam euphorbia. Coco peat berperan penting dalam menyimpan air dan unsur hara tanpa menyebabkan media tergenang. Sementara pasir malang berfungsi untuk meningkatkan porositas media tanam sehingga air siraman tidak menggenang. Selain itu pasir malang juga berfungsi sebagai penyela antara sekam bakar dan coco peat.
3. Formula
Formula 1 : Coco peat : Sekam bakar : Pasir malang = 4 : 4 : 2
Formula 2 : Coco peat : Sekam bakar : Sekam mentah : Pasir malang = 3 : 3 : 2 : 2
Formula 3 : Sekam mentah : Pupuk kandang = 2 : 1
Formula 4 : Pasir malang : Sekam mentah : Pupuk kandang = 3 : 4 : 3
F. Keladi hias.
1. Syarat media tanam.
Umumnya keladi hias menyukai media tanam yang kaya unsur hara dan agak basah, tetapi tidak terlalu basah. Namun, beberapa jenis keladi hias menyukai media tanam dengan kelembaban tinggi.
2. Jenis media tanam.
Media tanam yang umum dijadikan sebagai tempat hidup keladi hias adalah sekam mentah, sekam bakar, humus yang diayak, coco peat, dan tanah top soil. Jenis media tersebut merupakan bahan yang dapat menahan air sehingga media tanam tidak mudah kering.
3. Formula.
Formula 1 : Sekam mentah : Sekam bakar : Humus = 1 : 1 : 1
Formula 2 : Sekam bakar : coco peat = 1 : 1
Formula 3 : Sekam mentah : Pupuk kandang ; Tanah top soil = 1 : 1 : 1
G. Nepenthes.
1. Syarat media tanam.
Jika dibandingkan dengan tanaman lain, nepenthes merupakan tanaman yang memiliki perakaran sedikit. Pertumbuhannya akan baik jika media tanamnya memenuhi syarat-syarat tumbuh, seperti aerasi yang cukup tinggi, tidak terlalu padat, tidak banyak mengandung air, dan memiliki proses dekomposisi yang lambat. Kelembaban udara yang tinggi, yakni diatas 70%, juga merupakan syarat penting bagi nepenthes untuk tumbuh baik dan menghasilkan kantong yang menjadi cirri khas tanaman ini. Jika kelembaban terlalu rendah, nepenthes tidak akan membentuk kantong dan pertumbuhannya menjadi merana.
2. Jenis media tanam.
Beberapa media tanam yang dapat digunakan untuk pertumbuhan nepenthes antara lain lumut, moss paku sarang burung, humus paku resam, pupuk kompos, coco peat, potongan kayu lapuk, dan humus daun cemara. Ada beberapa komponen media yang penggunaannya dapat dikombinasikan dengan media-media tersebut. Komponen tersebut adalah pasir sungai, zeolit, sekam bakar, dan arang. Kombinasi empat komponen tersebut membuat media tanam tidak mudah padat, meningkatkan porositas, dam memperbaiki sistim aerasi. Hal ini akan mempermudah tanaman untuk bernafas dengan baik.
3. Formula.
Formula 1 : Kompos : Sekam bakar = 4 : 1
Formula 2 : Kompos : coco peat = 4 : 1
Formula 3 : Coco peat : Sekam bakar = 4 : 1
Formula 4 : Coco peat : Pasir = 4 ; 1
H. Philodendron.
1. Syarat media tanam.
Seperti tanaman hias pada umumnya, philodendron juga menghendaki kondisi media tanam yang porous, subur, gembur, banyak mengandung unsur hara, dan pH media netral, yakni sekitar 6,5 – 7
2. Jenis media tanam.
Ada beberapa komposisi media tanam yang cocok untuk pertumbuhan philodendron, diantaranya tanah, pasir, pupuk kandang, coco peat, sekam bakar, cacahan pakis, dan kompos.
3. Formula.
Formula 1 : Pasir : Tanah : Pupuk kandang = 2 : 2 : 1
Formula 2 : Pasir : Tanah : Pupuk kandang : coco peat = 1 : 1 : 1 : 2
Formula 3 : Tanah : Pupuk kandang : Sekam mentah = 1 : 1 : 1
Formula 3 : Sekam bakar : Cacahan pakis : Kompos = 2 : 2 : 1
I. Plumeria
1. Syarat media tanam.
Media tanam untuk tanaman plumeria tidak terlalu sulit. Syarat utama yang harus dipenuhi pada media tanam plumeria adalah porositas dengan drainase yang memadai. Media dengan porositas yang rendah sangat tidak disukai plumeria karena dapat menyebabkan media tanam menjadi lembab.
2. Jenis media tanam.
Terdapat beberapa komposisi media tanam yang dapat mendukung optimalnya pertumbuhan plumeria. Komposisi media tanam pada plumeria yang ditanam mulai dari benih dan melalui setek akan berbeda. Media tanam untuk penyemaian benih berupa campuran pasir, coco peat, kompos, dan sekam. Sementara komposisi media tanam untuk plumeria yang ditanam dengan setek berupa campuran pasir, kompos, dan sekam. Komposisi ini diharapkan dapat menjaga drainase media tanam sehingga menghindari terjadinya busuk akar akibat tergenangnya media.
3. Formula.
Formula untuk penyemaian benih : Pasir : coco peat : kompos : sekam bakar = 1 : 1 : 1 : 2
Formula untuk penanaman dengan setek : Pasir : Kompos : Sekam bakar = 2 : 1 : 2
Formula pemindahan ke tanah : Pasir : Kompos : Sekam bakar : Tanah = 1 : 1 : 2 : 2
Formula pemindahan ke pot : Sekam bakar : Tanah : Pupuk Kandang : 2 : 2 : 1
J. sanseviera.
1. Syarat media tanam.
Media tanam yang digunakan untuk sanseviera harus selalu berada dalam kondisi kering, tetapi tidak terlalu kering dengan kondisi media sedikit porous.
2. Jenis media tanam.
Media tanam yang bisa digunakan untuk menanam sanseviera antara lain pasir malang, sekam bakar, dan pupuk kandang.
3. Formula.
Formula 1 : Pasir malang : Sekam Bakar : Pupuk kandang = 1 : 1 : 1
Formula 2 : Pasir malang : Sekam bakar : Pupuk kandang = 2 : 1 : 1
Formula 3 : Pasir malang : Pakis : Top soil = 2 : 1 : 1
Sumber : Media Tanam untuk tanaman hias, seri Agrihobi, Redaksi PS, BAB 4, hal 47 s/d 82.
Semoga bermanfaat !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar